Yana Hawi Arifin Sang Pendiri Keripik Karuhun dengan Pemasaran Kreatif

By Mirza M. Haekal on March 16th, 2019 6:23 AM in Blog



Keripik Karuhun adalah keripik yang dikemas di dalam bungkus berwarna merah dan merupakan salah satu jenis keripik yang berasal dari singkong. Keripik ini sendiri terkenal dikarenakan rasa dan bumbu yang punya rasa enak serta alami.

Keripik Karuhun merupakan keripik leluhur yang mana “Karuhun” merupakan salah satu kata dalam bahasa Sunda yang punya arti leluhur.

Keripik ini punya slogan, “Resep Jadul, Rasa Gaul” dengan produk unggulannya adalah keripik singkong pedas tanpa bahan pengawet satupun. Diproduksi di Bandung oleh Yana Hawi Arifin sendiri, bisnis yang ia rintis dari nol ini ternyata penuh rintangan, lho.

Pada awalnya Yana tak langsung memasarkan produknya secara besar-besaran, namun, pertama-tama ia memanfaatkan relasinya seperti saudara dan temantemannya untuk memperkenalkan keripiki singkong Karuhun miliknya.

Ia juga dengan bangga menempelkan stiker besar di mobilnya untuk berkeliling kota Bandung sebagai suatu stragei marketing-nya. Dari perjalanan keliling Bandung tersebut, ia menemukan beberapa titik strategis yang ia gunakan untuk membuka lapak dagangannya.

Pada saat itu, Keripik Karuhun masih tergolong baru di pasaran, oleh karena itu, masih banyak orang yang belum mencoba dan belum mengenali produk buatannya tersebut. Tak heran, dulu keripik yang ia jual hanya berjumlah sedikit saja.

Bahkan, dalam dua minggu pertama, para sales Yana masing-masing hanya bisa menjual sekitar 5 atau 6 bungkus keripik, lho. Sehingga, secara keseluruhan, dalam dua minggu, keripik Karuhun yang bisa terjual hanya sebanyak 32 bungkus saja.

Tapi, awal yang tak memuaskan ini seakan menjadi suatu titik balik tersendiri bagi Yana. Ia mengaku bahwa saat ia berada di posisi ini, ia merasa mentalnya sedang diuji. Ia dihadapkan apda dua pilihan, yakni untuk terus lanjut dengan rintangan yang jelas di depan mata atau banting setir ke bisnis lain.

Namun, dengan tekad kuat miliknya, Yana tetap yakin untuk lanjut dan mulai menyusun strategi marketing yang baru—strategi yang lebih efektif dan kreatif daripada sebelumnya.

Ia menggunakan strategi marketing layaknya MLM atau Multi Level Marketing. Ia menggunakan sumber daya yang terdiri dari para mahasiswa dan anak-anak muda di Bandung dan sekitarnya. Ia menggunakan sebutan-sebutan yang unik.

Para agen keripik Karuhun dipanggil “Patih Abah”, lalu mereka dikoordinir oleh distributor yang diberikan nama “Kuncen.” Sedangkan pembeli atau pelanggan setia keripik Karuhun disebut dengan Balad Abah/Sahabat Abah. Wah, unik juga, ya?

Strategi marketing ­yang unik dan kreatif ini akhirnya terbukti bisa menaikkan penjualan keripik Karuhun, di mana dalam sehari saja, ia bisa menjual minimal 20.000 bungkus keripik dengan omzet puluhan juta per bulannya, lho.

Yana kemudian melakukan inovasi dengan menyediakan berbagai level kepedasan. Selain itu, ia juga memberikan beberapa rasa berbeda, seperti singkong keju, bakso horeng, cabe hijau dan lain sebagainya.

Ia kemudian membangun CV. Saung Karuhun Berkah pada tanggal 21 Februari 2012 untuk menaungi usaha keripik Karuhun miliknya tersebut.

Kini, hampir di seluruh kota di Indonesia sudah menjajakan keripik singkong ini. Tak hanya dijual di pertokoan, namun keripik Karuhun juga bisa Anda temukan secara online dan dijual oleh berbagai reseller yang tinggal Anda pilih.

Nah, dari kisah Yana Hawi Arifin dengan Keripik Karuhun, menurut Anda, apa yang bisa diambil pelajaran? Silahkan tinggalkan komentara di bawah, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *