Andrew Darwis Sang Pendiri Kaskus – Komunitas Terbesar di Indonesia

By Mirza M. Haekal on March 2nd, 2019 10:49 AM in Blog



Di zaman sekarang, warga Indonesia yang aktif di dunia maya, tak mungkin tak mengenal yang namanya Kaskus. Merupakan singkatan dari ‘Kasak-Kusuk,’ Kaskus adalah forum online terbesar di Indonesia dengan jutaan anggota di dalamnya. Wow!

Tapi, tahukah Anda bahwa sang pendiri Kaskus, Andre Darwis atau yang sering disebut dengan ‘Mimin’ hanya bermodalkan uang receh Rp 30 ribu saja saat mendirikannya? Penasaran kisahnya? Check this out!

Siapa itu Andrew Darwis?

Pria yang lahir pada 20 Juli 1979 ini tak disangka-sangka di Sekolah Dasar (SD), Andrew pernah tinggal, lho! Ia adalah anak yang nakal, sehingga harus tertinggal selama satu tahun dari teman-teman sebayanya.

Hal tersebut bahkan sempat membuat Andrew merasa minder dan kadang mengurung dirinya. Ia juga pernah bilang bahwa temannya hanya sedikit dan bisa dihitung dengan jari. Tapi, walaupun begitu Andrew tetap semangat dan fokus menyelesaikan pendidikan dan naik ke Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Andrew mengenal internet pertama kali saat dirinya remaja, tepatnya pada tahun 1997—saat ia masih SMA di Gandhi National School.

Penggunaan internet pada kala itu masih menggunakan saluran telepon, sehingga tak semua orang bisa mengakses telpon karena tak semua orang memiliki telepon.

Dengan kecepatan internet yang sangat lambat dibandingkan zaman now, Andrew bisa memanfaatkan hal tersebut dengan mencoba hal-hal posited hingga akhirnya ia sukses menciptakan website pribadinya sendiri.

Kuliah di Amerika Serikat

Sudah sejak kecil Andrew Darwis sangat berminat terhadap teknologi, sehingga membuatnya menempuh pendidikan yang menunjang minatnya tersebut. Setelah lulus SMA pada tahun 1998, ia lalu kuliah di Universitas Bina Nusantara jurusan Sistem Informasi.

Namun, Andrew tak menyelesaikan kuliahnya di sana, tapi ia pindah ke universitas di Amerika Serikat karena bujuk rayu dari teman-teman dekatnya yang sudah duluan menempuh pendidikan di Amerika sana.

Tapi, hal tersebut tak mudah untuk terwujud, karena Andrew dan orang tuanya tak mempunyai cukup biaya untuk kuliah di Amerika. Hingga akhirnya, Andrew meminjam uang kepada pamannya sang pengusaha mebel yang pernah ia bantu membuat sebuah website promosi.  Jadilah ia berhasil kuliah di Amerika Serikat di Art Institute of Seattle jurusan Multimedia & Web Design.

Berdirinya Kaskus

Di Amerika, Andrew tak hanya kuliah, namun ia juga punya kesibukan lain. Salah satunya adalah bekerja paruh waktu di beberapa tempat, seperti restoran fast food dan di sebuah percetakan.

Hal tersebut ia lakukan karena Andrew sudah berjanji kepada orang tuanya bahwa saat ia kuliah di Amerika, ia akan menanggung biaya hidupnya sendiri. Ia tak patah semangat dalam menuntut ilmu dan tetap fokus dalam pendidikannya.

Pada tahun 1999, Andrew mendapatkan tugas untuk membuat website sendiri dari dosennya. Ia akhrinya memutuskan memutuskan untuk membuat sebuah website komunitas di mana para pengunjungnya bisa berbagi informasi.

Bermodalkan 3 dollar Amerika Serikat, atau sekitar 30 ribu Rupiah untuk menyewa server, lahirlah sebuah situs bernama Kaskus. Pada awalnya, Kaskus ditujukan untuk para mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Amerika Serikat yang ingin berbagai informasi ataupun berita seputar Indonesia.

Kaskus pun dinilai sebagai sebuah website dengan potensial besar oleh dosen dan teman-teman Andrew. Dari situlah, ia berusaha mengembangkan Kaskus dan tak hanya website sekedar tugas kuliah saja.

Bersama dengan dua sahabatnya, Ronald Stephanus dan Budy Dharmawan, Andrew berhasil menjadikan Kaskus sebagai website paling populer dengan jumlah anggota yang masif seperti sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *